Friday, April 29, 2011

puisi (demokrasu)


sampah berserakan, dari kalangan terbuang, terusung pesat bangkai dzohir di permukaan.

berlagak-lagak coretkan nama pada dinding perjuangan, isinya sejuta serapah "tak bertuan".

satu kali kaki meletih, dua kali kaki tertindih, satu dua tiga keraskan suara DEMOKRASU; demokrasinya para asu.

pahlawan zaman beku di buku, pahlawan diri semakin hari semakin nisbi.


samsyahra