Qalam hari ini adalah:
Wa lau nasyaa-‘u lathamasnaa ‘alaa a’yunihim fastabaqush shiraatha fa annaa yubshiruun.
(QS. 36:66)
20 Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.(QS. 2:20)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 20 Ayat ini berhubungan erat dengan ayat sebelumnya, seolah-olah ayat ini menyambung pertanyaan, "Bagaimanakah keadaan mereka dengan kitab itu". Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka, betapa besar kesulitan yang mereka hadapi. Mereka melangkah bila mana ada sinar kilat dan berhenti bila cahaya itu hilang. Demikianlah orang-orang munafik itu, mereka mendapatkan sinar iman karena kesaksian mereka pada kebenaran-kebenaran ayat Ilahi dan timbul keinginan dan mengikuti dakwah Rasul tetapi karena kefanatikan yang kuat kecemasan terhadap tantangan orang banyak, menghilangkan sinar iman itu dan akhirnya tetap membeku kebingungan di tempatnya. Allah berkuasa menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka sehingga mereka tidak dapat memahami suatu pelajaran dan tidak dapat memanfaatkan suatu petunjuk. Namun Allah tidak berbuat demikian, meskipun Dia Maha Kuasa |
Mari kita lihat ayat lain yang serupa:
66 Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya). (QS. 36:66)
Perbedaannya adalah jika Surat Al-Baqarah ayat 20, untuk orang Munafiq maka surat Yasin ayat 66 merupakan ancaman Allah kepada Orang Kafir.
Maksudnya menurut Tafsir Hamami : “Karena mata bathin mereka sudah buta melihat kebenaran Tauhid, jika Allah kehendaki, Dia dapat membutakan pula mata dzhohir mereka”.
“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya”.
(QS. 6 Al-An’am : 44)
Sedang Ibnu Salam dalam Tafsir Qurthubi, berpendapat bahwa semua kejadian ini terjadi di Hari Qiyamat, dimana Allah SWT akan menghilangkan pandangan mata orang kafir saat melewati Ash-Shirath. Sehingga derita orang kafir di akherat menjadi sempurna. Karena ia menjadi bisu, buta, tuli dan wujud fisiknya berubah menjadi amat buruk laksana babi, kera, dan lain sebagainya. Sebuah penghinaan yang teramat pantas karena dosa mereka yang teramat banyak dan kekufuran mereka kepada Allah SWT saat di dunia.
Allah berfirman dalam ayat lain :
“Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (lagi) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”.
(QS. 17 Al-Isra’ : 72)
Itu karena mereka tidak memandang dengan mata hati, tetapi mata hijabnya yang justru membutakan matahatinya. Begitu juga mereka berposisi dengan posisi nafsunya, dengan ambisi hijab duniawinya, hijab kesenangannya, hijab keakuannya.