(mati gaya, mati inspirasi)
kuregangkan jari dan kaki, mudah-mudahan kutemui huruf-huruf yang berjatuhan dengan indahnya. pikiranku melayang pada kejadian tadi pagi, orang dagang kok pada sepi ya, ada yang bawa pikul bakso bandung, bawa selebaran langganan sumur (susu murni), ada yang jualan sayur sambil teriak-teriak "yuuur..sayuuur", Ya Allah aku kok sedih liatnya kalau ga ada yang beli, dalam hati aku berdoa "Ya Allah hilangkanlah keletihannya, lariskanlah dagangannya, dan barokahkanlah rijkinya walau hanya sedikit yang di dapat di hari ini", sengaja aku tidak pernah mengamininya, karena aku pernah mendengar ada pendapat ulama yang mengatakan, "Jika kita berdoa untuk kebaikan orang lain, tanpa diketahui orang tersebut, maka Malaikat yang akan mengamininya", Subhanallah kan? kita yang amin aja Insya Allah, Dia mendengar, ini Malaikat, yang notebenenya sangat dekat dengan Allah SWT. ada lagi nih pendapat yang lain, "Jika kita berdoa untuk kebaikan orang lain, sesungguhnya kita sedang berdoa untuk diri kita sendiri", Allahuma amin, cuma ga usah berharap begitu deh, anggap saja bonus dari Lillahi Rabbi, yang penting niat tulus dari dalam hati.
aku punya cerita menarik; dulu waktu aku kecil, kelas 4 SD, ibuku seorang Janda yang menghidupi 2 orang anak, yang satu lagi ada di Ambon tinggal sama tanteku. karena hidup kami tergolong miskin, aku membantu ibu berjualan es mambo di sekolahku, biasanya sih es yang dibuat itu terbuat dari jeruk atau pepaya, nah masalahnya, saking miskinnya boro-boro si buah-buahan di blender, tapi cm digecek-gecek aja pake sendok, so teksturnya kasar, dan yang lebih parah lagi, kami ga punya termos es, alhasil es-es tersebut dibalut dengan berpuluh plastik, yang paling luar berwarna putih, trus gara-gara ngga pernah diganti jadi Kucel N the Kumel hahahahha...
Esku tuh ga pernah laku di sekolahan, bayangin aja nih, masuk sekolah pukul 12.30wib, aku sudah hadir dan duduk di koperasi sekolah pukul 09.00wib, belum lagi tugas ngepel ruangan kepala sekolah, uffhh males banget deh kl udah dipanggil bu neni, soalnya aku jadi becek2an, seragamnya kotor semuanya, ya ga punya keberanian buat nolak, la wong aku gratis sekolahnya hehehe...
begitu selesai tugas rutin tiap hari, aku bergegas menuju plastik es tadi, yaaah..rupanya sudah cair dan tidak dingin, setiap hari ngga pernah laku sama sekali. tenaaaang, aku ga sebodoh itu dalam berdagang, belajar dari pengalaman setiap harinya terhadap es-es yang ngga laku tadi, aku ga kehabisan akal dong, aku memutuskan untuk berjualan es milik Ibu Siti Hajir, dia guru kelas 1 SD, sebuah ruangan dimana adikku si am duduk belajar. herannya kalau es bu Hajir mesti laris manis, habis, jarang banget bersisa, aku terus berkeliling menjajakannya, dari lantai 1 sampai lantai 3, begitu habis, kusetor uangnya pada Ibu guru, trus aku dikasih upah, nah upahnya itu aku buat jajan esku sendiri HAHAHAHAHA.....
setibanya di rumah, aku bilang sama Ibuku, "Bu, esnya laku 2, ini uangnya 100 rupiah", ibu selalu penasaran siapa yang beli, aneh ya wkwkwkwkwkwk.... (mikir juga kali doi, es ra karu-karuan kok yo podo doyan, la wong wes ra adem tur manise mung manis jambu ngono kok), hadeeeh... gini nih katanya: "sopo sing tuku nduk?", ya aku jawab "aku, mau ngewangi dodol es bu hajir, tros diopahi, yo ta nggo tuku esku dewe tho bu", ah kontan ibu tersenyum kecil menahan tawanya.
cerita punya cerita, di hari lain, kesempatan lain, seperti biasa aku nenteng-nenteng es made in ibuku, pantang kendor tuh semangat, tiba-tiba aja aku liat ada ibu-ibu sama anaknya di taman deket asrama putri persahabatan, anaknya masih kecil bgt, kira-kira usianya 2 tahunan, mereka kelihatan kepanasan gitu, kayanya sih pengemis, trus aku datangi dia, nih ceritanya es masih keras lhoooo, krn waktu aku ketemu si ibu pas bgt waktu aku baru jalan menuju sekolah, aku kasih deh anaknya 2 buah esku, ada rasa puas waktu ngasih mereka, si ibu polos aja bilang "makasih". tapi dia ga tau nih isi hatiku, Allhamdulilah .... gemuruh-gemuruh kebahagiaan menetesi kalbu.
mulai sekarang ga ada alasan untuk tidak berbuat baik pada sesama kan?, lewat hal yang simple aja deh, mungkin esku tidak berarti bagi kebanyakan orang, tapi itu sama harganya di mata Allah, karena kebaikan berbuah kebaikan.
selamat apa saja!